Apa hubungan infaq dengan jangan marah seperti maksud Al-Quran surat Ali Imran ayat 134 ???
Jawabannya :
Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 134 berbicara tentang karakteristik orang-orang yang bertakwa. Ayat ini menghubungkan antara perintah untuk menafkahkan harta (infaq) dan sikap tidak mudah marah. Berikut adalah terjemahan dari ayat tersebut:
QS. Ali Imran: 134 "(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
Dalam ayat ini, ada beberapa hubungan yang dapat kita pahami antara infaq dan anjuran untuk tidak marah:
1. Sifat Dermawan dan Pengendalian Diri
- Orang yang berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, menunjukkan tingkat keikhlasan dan kepercayaan kepada Allah. Ini adalah tindakan yang membutuhkan pengendalian diri, karena seseorang harus mampu menahan keinginan diri sendiri untuk menumpuk harta dan berbagi dengan orang lain.
- Demikian juga, menahan amarah adalah bentuk pengendalian diri. Orang yang mampu menahan amarahnya menunjukkan kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosinya, yang sejajar dengan kemampuan untuk menahan diri dari kecenderungan untuk tidak berinfak.
2. Kebaikan yang Terus Menerus
- Infaq dan menahan amarah keduanya merupakan bentuk kebajikan yang dianjurkan oleh Allah. Keduanya mencerminkan keinginan untuk melakukan kebaikan kepada orang lain, baik secara materi (dengan memberikan harta) maupun secara emosional (dengan tidak meluapkan amarah dan memaafkan).
3. Menjaga Hubungan Sosial
- Dengan berinfak, kita mendukung kesejahteraan orang lain dan memperkuat ikatan sosial. Menahan amarah dan memaafkan adalah cara untuk menjaga hubungan harmonis dengan sesama, sehingga kedua hal ini berkaitan dengan bagaimana kita membangun dan menjaga hubungan yang baik dalam masyarakat.
4. Kesabaran dan Keikhlasan
- Infaq di saat sempit membutuhkan kesabaran dan keikhlasan, demikian juga menahan amarah. Keduanya merupakan ujian bagi kesabaran seseorang. Orang yang mampu berinfak saat sulit dan mampu menahan amarah menunjukkan tingkat ketakwaan dan kedewasaan spiritual yang tinggi.
Ayat ini secara keseluruhan mengajarkan tentang pentingnya memiliki sifat dermawan dan kemampuan untuk mengendalikan emosi, sebagai bagian dari ciri-ciri orang yang bertakwa. Allah menyukai mereka yang berbuat kebaikan dengan berbagai cara, termasuk dengan berinfak dan menahan amarah.